Bahaya dan Manfaat Kerokan

Post On: 1 Maret 2016 | By:

Kerokan merupakan terapi tradisional yang sudah sejak lama diturunkan bahkan membudaya dalam masyarakat Indonesia. Habis kehujanan, demam, flu, pusing, apalagi obatnya kalau bukan kerokan?

Hasil gambar untuk kerokan

Cara Kerja Kerokan

Kerokan dilakukan dengan menggesekkan benda berupa koin ke kulit secara berulang, hingga  timbul warna kemerahan dan rasa hangat pada kulit. Biasanya orang menggunakan sejenis minyak hangat untuk membantu melemaskan kulit dan membantu memberi rasa nyaman di kulit.

Warna kemerahan  yang muncul merupakan reaksi pelebaran dan pecahnya pembuluh darah di bawah kulit yang akan meningkatkan sirkulasi darah ke otot. Terbukti, kerokan dapat menaikkan “beta endorfin” atau morfin alami tubuh yang membuat perasaan nyaman dan segar.

Cara Kerokan yang Benar

Sebuah penelitian pernah dilakukan dan menyimpulkan bahwa kerokan bermanfaat dalam mengurangi  sakir kepala  dan meringankan gejala flu.

Teknik kerokan yang benar juga harus diperhatikan, karena teknik kerokan yang salah bukannya membawa manfaat, tapi malah dapat mendatangkan penyakit. Sebelum kerokan, balurkan minyak ke permukaan kulit yang akan dikerok. Arah pengerokan mengikuti tulang rusuk, menghasilkan garis melengkung. Koin agak ditekan, jangan terlalu kuat. Jika koin kotor segera bersihkan menggunakan tissue. Kerokan menyebabkan terbukanya pori-pori kulit dan pecahnya pembuluh darah kecil. Jika kerokan dilakukan dengan bahan-bahan yang tidak bersih, maka dapat mengundang bakteri masuk ke dalam kulit. Hal ini bisa menimbulkan infeksi pada kulit. Setelah selesai kerokan bersihkan badan menggunakan tissue lalu balurkan kembali minyak pada bekas kerokan. Setelah itu dapat dilanjutkan dengan minum minuman hangat dan istirahat.

Untuk ibu hamil, kerokan sebaiknya dihindari. Zat anti-peradangan ‘cytokines‘ yang pada tubuh orang biasa meningkatkan kekebalan tubuh, pada ibu hamil justru akan menyebabkan munculnya zat ‘prostaglandin’. Zat ini bisa memicu kontraksi dini pada kehamilan sehingga membahayakan ibu dan janin.

Kerokan juga berbahaya pada pasien dengan diagnosa gangguan darah (misalnya leukemia), karena dapat menyebabkan perdarahan yang sulit dikontrol. Selain itu sebaiknya jangan kecanduan dengan kerokan ya…Semoga Bermanfaat…. !!!

Baca Juga

Mengenal Diabetes

Cara Mendapatkan Modal Usaha dari CSR Perusahaan di  Cilacap

Goa Ratu Nusakambangan Indah dan Menakjubkan

Komunitas-di Cilacap yang Asyik danBermanfaat

Jadwal dan Harga Tiket Kereta Api Cilacap Maret 2016

Jadwal SIM Keliling POLRES Cilacap

Batik Keren Cantik dan Unik dari Cilacap

Cara dan Syarat Mengurus SIM di POLRES Cilacap

Jenis Kilang dan Produk PT Pertamina Persero UP IV Cilacap

Bandara Tunggul Wulung akan menjadi Bandara Komersil

Tempat Wisata Nusakambangan

Cara mengurus STNK yang hilang